Tuesday, August 24, 2004

LAYAR KACA

lelaki itu terus menenggelamkan dirinya didepan layar televisi.Matanya menatap lurus pada bintang dan beragam corak warna dari kotak ajaib yang terus menerus mengeluarkan suara riuh, hiruk dan pikuk dilengkapi dengan segala kesempurnaannya. Setidaknya ini dapat memberikan sedikit ruang segar disudut rumah gubuknya yang pengap dan gelap , yang tidak pernah memiliki hiasan indah untuk dipandang karena kemiskinan- selain gambar-gambar dari sebuah kotak televisi.

2004


Sunday, August 15, 2004

|| ANGIN DI BULAN AGUSTUS ||

Entah apa yang membuat angin siang anginhari ini begitu kencang. Hingga hampir memporakporandakan apa saja yang tidak berpondasi, dan seperti terus mengkobarkan pendirian yang lantang puluhan helai bendera merah putih didepan pagar-pagar rumah rakyat. Apa maksudmu ? apakah kau berniat mengibarkan mereka untuk terus bersemangat, atau kau hendak meruntuhkan tiang-tiang penyangga sang saka?



Semarang, Agustus 2004




Tuesday, August 03, 2004

CERITA TADI MALAM

karena kau mencintai aku dalam kesederhanaan

- August 04, 2004




MENGHORMATIMU

maafkan aku yang telah mengintipmu semalam dalam ketelanjangan. terpukau akan apa adanya dirimu, dan lekukmu yang demikian. maafkan aku ,sebab itu bukan maksudku untuk membuatmu sehingga menjadi rendah seperti kebanyakan orang yang mencuri-curi wanita bebaring dengan segala mata dan kepala nafsunya, tapi sungguh aku mencuri tubuhmu bukan untuk itu. Aku hanya ingin meyakinkan untuk bisa memandangmu lebih jelas lagi saat aku akan merangkai mimpi tentang kita. Sehingga semakin jelas dan cukup bagiku untuk menghadirkanmu bercinta denganku cukup didalam mimpi. sungguh aku butuh gambaran nyata tentang tubuhmu sebelum aku bawa dia berpelukan dalam malam-malam kerinduanku. jadi maaf, aku telah mengintipmu yang tengah telanjang tadi malam, agar aku tidak mencumbumu selain hanya dalam mimpi.